Skip to content

Sudah Tiga Tahun Jembatan Dibiarkan Runtuh

BANJARMASIN, MK- Sebuah jembatan di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Materaman, telah runtuh. Ironesnya jembatan yang menghubungkan jalan beberapa desa itu sudah lama runtuh, bahkan perkiraan hampir tiga tahun, bahkan lagi sudah pernah memakan korban jiwa.
Menurut cerita warga sekitar, jembatan itu runtuh sejak tahun 2011 silam, jembatannya berkonstruksi kayu ulin, dan pernah ada pengendara sepeda motor yang kemungkinan tak tahu dan terjatuh hingga tewas. Maklum, lubang sungai berkedalaman sekitar 8 meter.

Read more…

Sultan Khairul Saleh..! Desa Pinang Belum Tersentuh Listrik

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

MARTAPURA, MK- Sebuah pemukiman penduduk lebih dari 200 KK bernama Pinang Guntung Dalam, masuk wilayah pemerintahan Desa Pulau Nyiur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar masih sangat terbelakang tersentuh program pembangunan daerah. Bahkan sampai kini, rumah mereka tidak dialiri listrik PLN.

 

Setiap malamnya, kebanyakan rumah warga di sana masih menggunakan palitaan atau lampu teplok sebagai penerangannya. “Ya, beginilah kondisi kebanyakn rumah kami apabila malam, agak gelap, karena hanya diterangi lampu palitaan,” ujar Amang Muhammad salah satu warga yang dituakan di Pinang Guntung Dalam kepada wartawan, kemarin.

Muhammad menyatakan sangat ingin mendapat aliran listrik PLN sama halnya yang juga dirasakan penduduk lainnya di kampung-kampung sekitar, sebab mereka merasakan sudah lelah hidup dengan hanya diterangani lampu palitaan setiap malamnya. “Saya sudah tinggal dengan kondisi seperti ini hampir 25 tahun,” akunya.

Pihaknya, papar Muhammad, sudah berusaha juga beberapa kali mengajukan permohonan keatasan (pemerintah) dan PT PLN melalui aparat desa untuk mendapat program listrik PLN ini, sebab di wilayah kami ini penduduknya sudah lebih 200 KK. Namun sayangnya, hingga kini masih belum ada kejelasan.

Padahal kalau dipikir-pikir, kata Muhammad, jarak wilayah penduduk yang sudah dapat aliran listrik PLN tidak terlalu jauh dari pemukiman mereka. “Kan wilayah Baturis (Salah satu pemukian penduduk masuk dalam pemerintahan Desa Pulau Nyiur) yang sudah berlistrik PLN jaraknya hanya kurang lebih 2 kilometer saja,” cecarnya.

Pihaknya berharap, kata Muhammad, Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh secepatnya memperhatikan nasib mereka yang hidup di daerah yang bisa dikatakan pedalaman ini, sebab pihaknya berhak pula mendapatkan program penerangan dari pemerintah daerah dan negara. “Masa kami hidup seperti dulu-dulu saja, tidak ada kemajuan,” lirihnya.

Kesediahan lamanya rumah tidak pernah mendapatkan aliran listrik PLN ini sangat dirasakan pula Aminah (54), bahkan dia mengaku sudah menjual satu ekor sapinya untuk persedian biaya pemasangan listrik PLN kerumahnya.

“Ingin sakali sudah saya rumah berlistrik, ambil air tidak perlu jauh-jauh lagi kesungai karena bisa pakai mesin dan bisa pula liat TV setaip saat,” ucapnya.

Sementara itu, warga lainnya bernama Udin mengungkapkan, selama ini hanya sebagian kecil rumah warga di Pinang Guntung Dalam ini yang berlistrik apabila malam, yakni, mereka yang ada keterkaitan kerja dengan perusahaan Karet di wilayah itu. Yakni, menggunakan genset.

“Terus terang saja, kebanyakn perekonomian masyarakat di sini cukup maju, mereka punya kebun karet dan berternak sapi. Jadi masalah biaya pemasangan listrik PLN saya rasa tidak ada masalah. Tinggal pemerintahnya saja lagi apakah tahu atau tidaknya sudah sangat lama pemukiman kami tidak berlistrik,” pungkasnya.

 

  

 

 

   

Polis Sungai Jingah Pemukiman Tertata Pinggir Sungai

BANJARMASIN, MK- Daerah pemukiman penduduk di pesisir Sungai Martapura di Sungai Jingah tepatnya di RT 14 Banjarmasin Utara akan dipolis menjadi pemukiman percontohan kampung pinggir yang tertata dan bernilai keindahan. Camat Banjarmasin Utara Siti Hapsyah menyatakan programnya sudah di mulai.

Read more…

755 Calhaj Kalsel Dibatalkan Berangkat

Imbas Pemotongan 20% Keberangkatan Haji se-Indonesia

 
BANJARBARU, MK- Ini Kehendak Allah, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Depag) Kalsel dengan terpaksa mengumumkan secara resmi sebanyak 755 orang Calon Jamaah Haji (Calhaj) kuota Kalsel yang masuk daftar keberangkatan haji tahun ini dibatalkan berangkat. Ini imbas atas kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang memotong 20% kuota haji Indonesia.

Bang Sam’un, Seniman HSU Yang Tulus

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Senyum simpul sudah memampang dibir tua Bang Sam’un di pagi hari, menatap terik matahari yang baru timbul dari upuk Timur, dia mulai mengemasi barang bawaannya untuk memenuhi suatu undangan. Sebuah gendang dan baju seni lengkap dengan talakungnya menyesaki tas sederhananya, Sam’un adalah seniman Madihin Hulu Sungai Utara (HSU), kini usianya memasuki 66 tahun.

Read more…

Siswa SD ‘Bawang’ Minta Perhatian Pemerintah

Minta Kejelasan Status dan Dapat memberikan Lanjutan Paket C

BANJARMASIN, MK- Sebuah Sekolah Dasar (SD) sederhana untuk anak-anak pasar atau anak-anak terlantar yang hampir putus sekolah berdiri di tengah Pasar Harum Manis. Sekolah ‘Bawang’ namanya, mungkin karena bertepatan dengan pasar bawang letaknya hingga dinamakannya seperti itu. Tak main-main, sekolah ini sudah puluhan tahun eksis membantu negara memberantas buta aksara bagi generasi bangsa.

Read more…

Jembatan Barito “Ikon Kebanggaan Banua” (Bagian 1)

Dibangun Dari 700 Peluh Pekerja

Jembatan Barito di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) hingga kini merupakan ikon dan kebanggaan masyarakat banua. Sebuah maha karya yang luar biasa nan megah di tanah borneo ini. Dulunya mungkin hanya sebuah mimpi, tapi menjadi kenyataan tepatnya pada 24 April 1997 lalu, jembatan yang dibangun untuk menghubungkan trans Kalimantan, Provinsi Kalsel dan Kalteng ini diresmikan oleh Presiden Soeharto.

Read more…