Skip to content

Cerita Pasar Malam Blauran Tempo Doeleo (Media Kalimantan)

July 5, 2012

Cerita  Pasar Malam Blauran Tempo Doeleo.   

Diterangi Strongkeng, Diramaikan Aksi Pedagang Obat

Kota Banjarmasin dulunya memiliki sejarah bagaimana ramainya pasar malamnya tempo doeloe, yakni, Pasar Malam Blauran dinamakannya. Kala itu, pasar tradisional rakyat tersebut menjadi salah satu pusat perputaran perekonomian yang pesat di Kota Seribu Sungai.

Pasar Blauran diperkirakan sudah ada dibawah tahun 1950-an. Namun kala itu hanya dikenal sebagai pasar malam. Dari cerita sebagian orangtua, baru sekitar tahun 1967, pasar tersebut ditetapkan sebagai Pasar Blauran. Pasar tersebut terletak dulunya dari depan Mengseng (sebuah toko roti milik orang China) atau dari Taman Sari depan Pasar Harum Manis sepanjang jalan Pasar Baru.

Namun, sejarah pastinya itu, dimasyarakat hingga saat ini masih samar termasuk dinamakannya pasar Blauran tersebut. Bahkan saking samarnya, Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin sendiri mengaku tidak memiliki data kongkrit mengenai sejarah Pasar Blauran tersebut, alasannya, karena pasar tersebut tidak legal dalam pengelolaan pemerintah daerah.

Pada masa lalu itu, Pasar Blauran keramainanya mulai jalan Brigjen Katamso (atau dulunya dikenal sebagai jalan Sudimara) hingga Pasar Sepeda terus Ketampekong atau depan Bioskop Cempaka di jalan Pasar Niaga.

Namun pada tahun 1992, para pedagang Pasar Blauran dipindah semunya oleh Pemkot kekawasan Pasar Antasari. Ditempat keduanya tersebut, pasar Blauran tetap masih banyak menyedot perhatian pengunjung, karena pada masa itu, Pasar Blauran masih menjadi pasar malam tradisional satu-satunya di Banjarmasin.

Tapi lagi-lagi, kebijakan Pemkot pada 2001 dan 2002 kembali membuat mereka harus meninggalkan Antasari, mereka kembali diusir Pemkot dan direlokasi ketempat semula kekawasan jalan Brigjen Katamso dan Pasar Niaga yang ada saat ini. Kebijakan tersebut tentunya membuat para pedagang kecewa.

Menurut pengakuan salah seorang pedagang Pasar Blauran Abdollah (yang berjualan di sana dari tahun 1985), pemindahan oleh Pemkot yang kedua kalinya tersebut banyak membuat pedagang yang gulung tikar. “Sebagian mau pindah ketempat semula, Sebagiannya lagi memilih pindah kepasar Tungging di jalan Belitung,” ujarnya menceritakan kepada MK.

Terlepas dari semua problem tersebut, Pasar Blauran banyak menyimpan kenangan pada orangtua. Salah satunya Muhammad Hatta (60) . diceritakannya, pasar malam tersebut dulunya hanya diterangi lampu strongkeng. “Tidak seperti sekarang, diterangi cukup banyak lampu beraliran listrik PLN,” ujar pria yang sudah lama bergelut di Pasar Blauran sejak 1964 silam tersebut.

Dulu itu, lanjutnya, kalau pedagang pasar Blauran mau membuka dagangannya harus menyewa lampu strongkeng karena keterbatasan daya listrik yang ada. “Jadi sekitar Magrib itu dulunya di pasar Blauran ini rame melihat orang mengompa lampu strongkeng,” ucapnya tersenyum.

Lain halnya Abdul Rasyid, Seniman dan Budayawan Kalsel ini menceritakan ramainya aksi tukang jual obat tradisional yang sangat menyedot perhatian warga di pasar Blauran tersebut. “Reme sekali dulunya melihat aksi para pedagang obat keliling di sana, macam-macam yang ditawarkan, untuk kebal, obat kuat, obat gatal. Berkeras-kerasan suara, sebab dulu tidak ada mic,” ucapnya mengenang.

Sementara itu, Budayawan Kalsel H Adjim Arijadi mempunyai cerita sendiri di pasar Blauran tersebut. Dia mengaku pernah menutup Pasar Blauran tersebut sekitar tiga bulan pada 1970-an. Yakni, siapa yang mau kepasar harus beli karcis. “Karena waktu itu kami mengadakan pergelaran hiburan, dan penutupan itu atas izin walikota,” akunya.

Adjim membenarkan, keberadaan pasar Blauran dulunya sangat fenominal. Sebab, Pasar Blauran kala itu sangat banyak menyedot perhatian warga, bahkan tidak pernah sepi, hingga ada kata orang dahulu tapalit gincu kabaju (artinya begitu padatnya warga di Pasar Blauran tersebut). “Pokonya dulunya itu, kalau dating kebanjarmasin tidak pernah jalan-jalan kebelauran, tidak apdol,” tuturnya tertawa kecil. (sukarli)

 

Image

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: