Skip to content
Tags

,

RAD Pengurangan Gas Emisi Dirancang

July 13, 2012

RAD Pengurangan Gas Emisi Dirancang

 

BANJARMASIN, MK- Sebagai langkah ikut menghindari makin parahnya pemanasan global akibat makin menipisnya lapisan ozon, Pemkot Banjarmasin mulai menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) yang merupakan tahapan Pemkot dalam rangka pengurangan tekanan gas emisi di wilayahnya.  Demikian yang disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Banjarmasin, H Hamdi kepada wartawan, kemarin.

 

RAD kota ini, jelasnya, tidak hanya harus melakukan pemeliharan hutan dan penghijauan seperti masyarakat pinggiran hutan, namun dikondisi lingkungan serta berbagai macam alat transportasi perkotaan pun dapat dilakukan pengurangan gas emisi ini.

 

“Penggunaan alat transportasi bermotor, penimbunan sampah, limbah gas pabrik, serta penggunaan pembangkit daya listrik, menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) yang cukup tinggi dan itu merupakan penyumbang yang cukup besar terhadap kerusakan iklim yang ada,” terangnya.

           

Pengurangan emisi dapat dimulai dengan mengurangi produksi sampah dan memanfaatkan sampah tersebut sebagai sumber energy listrik masyarakat kota.

 

Pemanfaatan sampah, katanya lagi, lebih efektif dilakukan di perkotaan karena sampah merupakan sumber produksi emisi terbesar di daerah ini. “Dari tumpukan sampah, gas metan yang dihasilkan bisa 4 kali lebih besar dari transportasi atau lainnya, sebab sampah bisa melepas gas ke udara yang berdampak pada pembiasan rumah kaca,” terangnya.

           

Gas metan yang dihasilkan sampah juga cukup dominan dan efektif jika dimanfaatkan untuk energy listrik atau biogas yang dihasilkan dari limbah ternak. “Saat ini yang baru  digunakan untuk kawasan rusunawa untuk biogas dari ternak, untuk sampah belum disosialisasikan,” ungkapnya.

             

Selain sampah, perlu dilakukan  juga peremajaan angkot, pemeriksaaan emisi kendaran sebagai taransportasi yang cukup banyak menyumbang gas Co 2 ke udara. “Semua jenis transportasi perlu dilakukan uji emisi, ini nantinya dapat menjadi indikator LH tentang sumber-sumber dari efek rumah kaca,” bebernya.  

           

Menurut Hamdi,  upaya ini akan menentukan nasib kota Banjarmasin. Jika tidak dilakukan mulai saat ini maka Banjarmasin yang daerahnya sudah berada di bawah laut dapat terancam tenggelam pada 2050 nanti. “Sebab permukaan laut semakin meninggi seiring dengan semakin lebarnya lubang ozon dan meningkatnya panas bumi, dan itu sesuia dengan hasil riset dari ITB baru-baru ini,” pungkasnya. (sukarli)

 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: