Skip to content

Pol PP “Izinkan” PKL di Pasar Wadai

July 19, 2012

Pol PP “Izinkan” PKL di Pasar Wadai

BANJARMASIN, MK- Suasana Pasar Wadai Ramadhan 1433 Hijriah di jalan S Parman seperti biasa dipastikan akan ramai, tidak hanya karena pengunjung, tapi juga jadi lahan tongkrongan para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pedagang emperan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin menyatakan tidak akan melakukan pembubaran terhadap PKL dan pedagang emperan yang ikut nimbrung mencari rizki nantinya di sana. Namun mereka akan ditata agar tidak semraut dan menggangu arus lalulintas.

“Kita meminta mereka posisi berjualannya di sisi seberang jalan lapak para pedagang pasar wadai, jangan di tengah jalan,” ujar
Jepala Satpol PP Kota Banjarmasin Icwan Nurkhaliq kepada wartawan, kemarin.

Untuk tidak ada perselisihan atau rebutan tempat, papar Ichwan, pihaknya memberlakukan sistem cabut nomor lokasi berdagang secara gratis. “Jadi adil, sama seperti lapak pasar wadai itu, tidak bisa memilih sendiri, tapi pembagian tempatnya lewat diundi,” bebernya.

Menurutnya, keberadaan PKL dan pedagang emperan memang tidak bisa dihindarkan di setiap ada keramaian. Apalagi ini bulan penuh berkah, jadi harus ada saling toleransi. “Tapi PKL yang diizinkan ini bukan yang ikut berdagang wadai, tapi diluar itu. Tidak boleh ikut  berdagang wadai disana terkecuali masuk anggota yang sudah ada khusus tempatnya,” imbuh Ichwan.

Dia berharap, dengan langkah seperti ini, suasana pasar wadai Ramadhan di jal S Parman bisa terasa nyaman bagi prngunjung untuk membeli menu berbuka puasa bagi keluarganya. “Kalau semuanya tertata, pastinya diliat enak,” ucapnya.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Banjarmasin Norhasan, pembukaan pasar wadai secara resmi akan digelar sehari bulan puasa sesuai ketetapan pemerintah 1 Ramadhan 1433 Hijriah ini.

Menurut Norhasan, pasar wadai itu berkapasitas sebanyak 140 lapak dagangan yang sudah dibangun. Pembangunnya persatuan pasar wadai yang setiap tshun berjualan di sana. “Pemkot hanya membantu segala fasilitas yang lainnya saja, termasuk pembangunan pintu gebangnya,” ucap Hasan.

Dia mengatakan, pembukaan dan sehari-harinya di pasar kuliner yang masuk andalan pariwisata itu akan menggelar kesenian yang bernuansa islami. “Insya Allah dibuka resmi Gubernur Kalsel,” pungkasnya. (sukarli)

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: