Skip to content

Banyak Truk Yang Melanggar?

July 22, 2012
Banyak Truk Yang Melanggar?
 
BANJARMASIN, MK- Ketentuan walikota memperbolehkan truk berbadan besar lewat jalan kota hanya pada pukul 10.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita pada siang hari diduga tidak dipatuhi sejumlah armada truk besar. Pasalnya, dari pengamatan di lapangan, masih ada truk besar yang lewat di luar jam itu.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin Rusdiansyah tidak membantah bisa terjadinya pelanggaran seperti itu. Sebab, pihaknya tidak menjaga secara ketat lagi segala arah pintu masuk kota setelah dicabutnya SK Walikota no 163 tahun 2012 tentang Pengaturan Jam Oprasional Mobil Barang Dalam Wilayah Kota Banjarmasin.
Selain itu, katanya, pihaknya tidak berkewenangan melakukan penindakan atau penyetopan angkutan barang besar itu saat di jalanan. “Kita memang berwenang menilang, tapi untuk menyetop di jalanan itu masuk wewenang kepolisian,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/6) kemarin.
Sesuai UU nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, terang Rusdiansyah, Dishub cuma bisa melakukan penindakan saat angkutan itu berada di tempat penimbangan atau di terminal. “Ketika di jalan, itu kita harus bersama polisi,” tuturnya.
Terkait adanya dugaan truk besar beroprasi di luar jam yang dibolehkan, Yakni, siang pada pukul 10.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita, kemudian malamnya pada pukul 22.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita melintas di jalan kota, Rusdiansyah sangat menyesalkan terjadinya itu. Sebab para perwakilan sopir truk besar sudah berjanji dihadapan walikota mentaatinya.
Sebagai langkah tanggapnya, Dishub akan melakukan pengawasan intensif kembali terhadap arus lalulintas truk masuk kota ini. “Sambil jalan kita melakukan pula revisi SK no 163 sebagai dasar hukumnya, yakni, menyesuaikan kebijakan pak walikota untuk angkutan truk besar ini. Kalau menurut SK terdahulu (SK no 18 tahun 2009, red) berdanya hanya satu jam,” terangnya.
Sebagaimana di ketahui, Pemkot pada 18 Juni tadi mulai menerapkan SK walikota no 163 tahun 2012, yakni, melarang truk berbadan besar jenis tronton, trailer, dan container serta jenis truk puso lewat jalan kota. Namun baru sehari dicabut walikota sendiri. Alasannya, kebijakannya tersebut tidak mendapat beck up kepolisian.

Selain itu, Muhidin juga dihaadapkan dengan gelombang protes para sopir truk besar yang melakukan mogok masal di Pelabuhan Petikemas Trisakti Banjarmasin. Akibatnya, arus barang antar kota antar provinsi Kalsel dan Kalteng lumpuh total. “Untuk menghindari gejolak perekonomian daerah berkepanjangan, maka saya cabut saja SK ini,” ujarnya pada tanggal 19 Juni 2012 sekitar pukul 15.00 Wita lalu. (sukarl

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: