Skip to content
Tags

Puasa, Jangan Terlalu Berwangian

August 1, 2012

Puasa, Jangan Terlalu Berwangian

Wanita, edentik dengan keindahan dan harum. Nah bicara soal berharum-harum di bulan puasa, wanita dianjurkan jangan memakai wewangian yang berlebihan. Sebab hukumnya makruh, bahkan bisa menjadi haram jika dia di luar rumah.

Demikian yang diungkapkan Ustadz H Aspihani sebagai penceramah agama yang tinggal di Martapura. Menurut santri jebolan Ponpes Al Falah Banjarbaru ini, berharum-harum berlebihan hukumnya makruh, tidak hanya wanita, hukum ini juga berlaku kepada para pria.

Bagi wanita yang sudah bersuami, ujar guru yang juga sempat menuntut ilmu agama di tanah Hadral Maut Yaman ini, dikawatirkan memakai wewangian di saat puasa itu bisa menimbulkan nafsu bagi suaminya. “Kalau malam sih tidak mengapa, ini misalnya siang. Tapi tetap kalau yang namanya memakai terlalu berlebihan itu hukumnya makruh,” jelasnya.

Ustadz Aspihani mengumpamakan jika sang wanita itu berharum-harum saat puasa di rumah misalnya hingga menimbulkan hasrat suaminya untuk minta berhubungan badan, tentunya bahaya jika terkabulkan.

“Dalam hukum Islam jelas, bahwa suami istri yang bersetubuh di siang bolong Ramadhan, ibadah puasa keduanya batal, bahkan mereka wajib membayar kaffarah, yakni puasa 2 bulan berturut-turut, atau kalau tidak mampu memberi makan 60 orang fakir miskin. Tentunya pelanggaran berat itu tidak diinginkan semua umat muslim yang berpuasa,” ucapnya.

Sehingga, tekannya, ada baiknya suami dan istri menjaga jarak tidak terlalu bermesraan saat sama-sama menjalankan ibadah puasa, terkecuali sudah beduk Magrib tiba tanda waktunya disunnahkan berbuka puasa.

Nah, imbuh Ustadz H Aspihani, bagi perempuan sudah bersuami atau yang masih perawan berkegiatan di luar rumah dengan memakai wewangian yang menimbulkan lawan jenisnya yang bukan muhrim bergairah atau terangsang akibat itu dihukumkan haram bagi perempuan itu. “Memang kalau saat Ramadhan puasanya tidak batal, namun pahala puasanya menjadi tidak bernilai,” tuturnya.

Sehingga, Ustadz Aspihani berpesan, hendaklah para wanita itu menjaga auratnya sebagaimana agama mengajarkan. apalagi dia saat lagi menjalankan ibadah puasa.

“Berpakaianlah yang sopan, bagaimana berpakaian seorang muslimah yang dianjurkan agama,” tutupnya. (sukarli)

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: