Skip to content

Satu Sakadup Disegel Satpol PP

August 6, 2012
Satu Sakadup Disegel Satpol PP
 
BANJARMASIN, MK- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin akhirnya bertindak tegas terhadap warung sakadup alias warung makan yang berani buka di siang bolong Ramadhan. Warung sakadup yang terkena polislene Satpol PP karena melanggar Perda Ramadhan itu terletrak di jalan Veteran (Diketahui Depot Veteran).
Menurut Kasi Penindakan dan Penyidikan Satpol-PP Kota Banjarmasin Iwan Wahyudi, warung makan itu terpaksa disegel karena terbukti melayani pengunjungnya mesan dan makan di tempat saat pihaknya melakukan razia.  “Saat kita razia, banyak pengunjung yang makan dan minum di tempat itu,” ujarnya kepada wartawan, sehabis melakukan razia warung sakadup, Senin (7/8) kemarin.
Karena jelas-jelas melanggar Perda nomor 13 tahun 2003 ini, katanya, ancaman sanksi berat pun bisa dihadapkan kepada pemilik depot atau rumah makan dengan berupa denda sekitar Rp 50 juta atau tiga bulan kurungan. “Tergantung putusan pengadilan nantinya,” ucapnya.
Menurutnya, dalam razia tadi, pihaknya langsung dipimpin Kasatpol-PP Ichwan Norkhaliq. Selain di Veteran,  pihaknya juga melakukan penyisiran juga di Jalan Cendana. “Tapi yang kita temui nyata-nyata buka, Ya, satu Depot Veteran tadi,” ungkapnya.
Langkah Satpol PP melakukan penyegelan terhadap sebuah warung sakadup ini sebagaimana yang sudah dibeberkan Kapala Satpol PP Ichwan Norkhaliq. Menurutnya, tidak toleransi kepada pelanggar Perda Ramadhan, termasuk membuka warung makan di siang hari bolong terkecuali di tempat yang dibolehkan seperti di terminal dan di pelabuhan. “Kalau di luar itu jangan berani-berani, karena pastinya akan kita datangi dan kita tutup paksa hingga penyegelan,” tuturnya.
Namun Ichwan juga mengakui, bahwa pihaknya lagi ingin mengusulkan revisi Perda Ramadhan ini, yakni, terkait warung makan yang buka di siang hari ini ada klasifikasinya. Selama tidak melayani ditempat sebaiknya dibolehkan saja. “Pak walikota menyatakan setuju untuk diajukan revisinya kedewan. Sebab alasannya memberi toleransi kepada warga non muslim dan yang berhalangan berpuasa,” jelasnya.
Kenapa harus demikian, katanya, karena inti Perda Ramadhan yang lagi diterapkan inikan agar semua orang menghormati orang yang berpuasa, salah satunya tidak makan minum di hadapan orang yang berpuasa. “Nah, kalau orang makan sembunyi-sembunyi itu kan dia urusannya dengan tuhan aja lagi,” paparnya Ichwan. (sukarli)

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: