Skip to content
Tags

,

Tetap Tradisi, Tapi Tak Mengamen Lagi

August 12, 2012
Tetap Tradisi, Tapi Tak Mengamen Lagi
 
Menggeluti kesenian tradisional, tidak semua orang bisa melakukan, apalagi benar-benar menjiwainya. Lain halnya dengan Husni (33), salah satu seniman banua ini tak perlu diragukan lagi kecintaannya terhadap seni tradisional musik panting, bahkan berbagai jenis peralatan musik panting pun dapat dia ciptakan sendiri.
Gambar
Pria yang dulunya tinggal di wilayah Pangambangan namun kini sudah menetap di Sungai Lulut, tepatnya di Komplek Graha Sejahtera Blok J no. 4 Kab. Banjar tersebut cukup tekun menggeluti profisinya itu, walaupun sesungguhnya tidak banyak yang dapat dia hasilkan untuk menghidupi keluarga.
Meski hidup penuh kesederhanaan Husni mengaku tetap bersyukur, apalagi ilmu keseniannya tidak pernah sedikitpun luntur. Dan dia mengaku kini kini tidak mengamen musik panting lagi. “Sudah hampir 2 tahun saya tak ikut mengamen musik panting lagi, tepatnya setelah saya tinggal di sini,” ujarnya kepada Media Kalimantan.
Menurut Ketua Grup Musik Panting Kambang Pandahan asal dari Pangambangan yang dulunya cukup dikenal tembang-tembangnya di rumah makan-rumah makan di sepanjang jalan A yani, Veteran dan sekitarnya tersebut, dirinya pensiun dari mengamen bukan karena sudah mapan, namun ingin memfokuskan diri menggeluti seni kerajinan musik panting saja. “Ya, lebih banyak di rumah saja sekarang ini membuat babun/gendang dan gitar panting,” ucapnya.
Meski fokus di sana, namun, kata Husni, grup musik panting yang diasuhnya masih tetap eksis, namun kurang banyak tampil saja lagi. “Tapi kalau teman-teman seniman lainnya yang digrup kita masih sering tampil, terutama menghibur pengunjung di Soto Bang Amat itu,” ucapnya.
Dikatakannya, mempertahankan kesenian tradisi di zaman modern ini memang cukup berat, selain kalah bersaing dengan musik dan kesenian modern, perhatian pemerintah juga sangat minim sekali palagi terhadap mereka yang seniman pinggiran ini. “Kita bisa bertahan ini karena memang kecintaan kita terhadap seni sangat besar, jadi kita iklas saja,” bebernya.
Terlebih, ungkapnya, dia yang hanya seorang pengrajin alat kesenian daerah ini. Padahal tidak banyak lagi yang mau menggelutinya. “Bahkan mungkin bisa saya saja lagi yang pengrajin alat kesenian panting ini di Banjarmasin,” akunya.
Dia memang tidak banyak berharap mendapat perhatian pemerintah, namun tentunya perlu diingit, masih banyak seniman banua yang sangat gigih melestarikan warisan budaya nenek moyang ini yang nasibnya tidak jauh beda dengan dirinya di luar sana. “Kita seniman bukan ingin mengemis, tapi pahamilah,” pungkasnya. (sukarli)

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: