Skip to content
Tags

AKAP dan AKDP Ancam Mogok Massal

August 31, 2012

AKAP dan AKDP Ancam Mogok Massal

BANJARMASIN, MK- Hari Senin (3/9) nanti, para sopir dan pengusaha armada taksi Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang tergabung di Terminal KM 6 bersepakat akan menggelar aksi mogok massal. Selain mematikan aktivitas di terminal, mereka akan gelar sweeping taksi liar.

“Kita akan demo kantor DPRD Kalsel juga nantinya, akan kita adukan dan menuntut taksi-taksi liar dan ilegal ditertibkan segera,” ujar Ketua Organda Angkutan Umum Terminal Induk KM 6 Banjarmasin M Hamidan.

Pernyataannya tersebut disampaikannya setelah menggelar pertemuan bersama perwakilan sopir dan pengusaha taksi AKAP dan AKDP disalah satu rumah makan di KM 7, Rabu (29/8) kemarin. “Semua perwakilan yang berjumlah sekitar 25 orang hadir hari ini sepakat, kita akan gelar aksi mogok massal hari Senin ini,” ucapnya.

Aksi ini dia pastikan bener-bener terjadi, jikalau sampai jangka waktu tersisa hingga Sabtu (1/9) lusa belum juga ada tindakan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perhubungan begitu juga pihak kepolisian untuk menindak dan menertibkan taksi ilegal menjamur saat ini di mana-mana. Sebab mereka itu sudah sangat merugikan angkutan resmi seperti pihaknya.

“Bayangkan saja, taksi ilegal kini sudah bermunculan di mana-mana, dan kesegala jurusan ada, kita perkirakan  80% penumpang kita mereka ambil,” cetusnya.

Akibatnya, kata Hamidan, taksi resmi yang menunggu penumpang diterminal KM 6 tak kebagian penumpang, suasana terminal di hari-hari biasa seakan mati suri. “Padahal kami yang bayar pajak, pantas kiranya kami menuntut hak kami,  kalau taksi ilegal itu enaknya saja,” tutur Hamidan.

Dia mengungkapkan, armada taksi resmi yang tergabung di terminal KM 6 kurang lebih 4.000 buah untuk kesegala jurusan AKAP dan AKDP. Dengan bertaburannya ribuan taksi liar dan ilegal sekarang ini, hanya sebagian kecil taksi resmi yang mempunyai trayek bisa beroprasi lagi. “Bahkan tidak sedikit yang sudah gulung tikar,” tuturnya.

Upaya meminta ataupun menuntut pertolongan kepada pemerintah daerah juga kepolisian sudah sangat sering mereka lakukan, bahkan pihaknya juga pernah turun kejalan melakukan sweeping taksi liar dan ilegal, tapi tidak juga menjadi perhatian.  “Padahal Pemerintah daerah pernah berjanji kepada kita menertibkan taksi ilegal itu, tapi kenyataannya tidak ada sama sekali tindakan sampai sekarang ini,” tuturnya.

Selain masalah taksi liar itu, pihaknya, kata Hamidan, juga bersepakat tidak akan pindah ke terminal KM 17 di Liang Anggang Kabupaten Banjar. “Kita pastikan kita akan tetap di sini (terminal KM 6, red), kita tidak ingin coba-coba kesana (terminal KM 17, red),” tegasnya. (sukarli)

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: