Skip to content
Tags

40 Sungai Mati Karena Pemukiman

October 1, 2012

40 Sungai Mati Karena Pemukiman

BANJARMASIN, MK- “Kota 1.000 Sungai” itulah julukan Kota Banjarmasin, namun apakah sampai 1.000 sungai yang dimiliki, ternyata tidak! Hanya sebanyak 150 sungai menurut data terbarunya, bahkan 40 sungai diantaranya kini dalam kondisi hampir mati, penyebabnya tidak lain karena ulah manusia sendiri, terutama membangunan pemukiman di atasnya.

Itulah yang disampaikan Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Drainase Kota Banjarmasin Ir Muryanta terkait kondisi sungai-sungai di Kota Banjarmasin saat ini.  “Kondisi sungai kita saat ini memang sudah sangat memperihatinkan, ada yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi alias mati, hampir mati, dan tertutup sebagiannya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (1/10) kemarin.

Menurutnya lagi, rata-rata sungai di Banjarmasin terkena tiga masalah tersebut akibat ditumbuhi pemukiman warga.

Dia mencontohkan sebagaimana yang telah dialami sungai Veteran. sangat jelas terlihat saat ini, katanya, liat! sungai tersebut puluhan tahun sempat tidak berfungsi lagi tertutup bangunan warga, sampai akhirnya program normalisasi sungai dilakukan di wilayah itu, hingga mulai terbuka kembali.

“Kalau tidak dibongkar semua bangunan di atas sungai di wilayah Veteran itu, pastinya sungai itu lambat laun akan mati,” ucapnya.

Dia menyebutkan ada sejumlah sungai lagi yang saat ini kondisinya cukup parah juga hampir mati tidak jauh beda permasalahannya dengan sungai Veteran, bahkan belum bisa diselamatkan hingga kini, diantaranya sungai Guring, Sebagian sungai Pakauman dan Sungai Gardu.

Menurutnya, sungai-sungai tersebut bisa dikatakan kondisinya sekarang ini diujung punah, karena tanpa selah lagi baginya ditutupi bangunan warga selama puluhan tahun lamanya hingga kini.

Kondisinya diperparah lagi, dengan dipenuhinya limbah sampah hingga membuatnya dangkal, kotor, dan tentunya menjadi bau. “Tidak bisa dimanfaatkan lagi air sungai itu,” ujarnya.

Muryanta mengakui, sudah sangat sulit melakukan pembenahan sungai di daerah ini agar bisa lancar kembali seperti sedia kalanya dulu. Apalagi sampai bisa dimanfaatkan untuk kehidupan dan jalur transportasi sebagaimana masa lalu.

Menurutnya, langkah itu memang sedang diupayakan Pemkot saat ini, dengan memprogramkan normaslisasi sungai yang dimulai pada 2009 lalu hingga kini. Namun ini hanya bisa dilakukan secara bertahap karena anggaran yang tidak memungkinkan.

Diungkapkannya, Pemkot membutuhkan sekitar Rp 4,5 trilyun untuk bisa membuat sungai-sungai di daerahnya ini bisa normal. “Maka hitungan kita, kalau dengan anggaran yang ada saat ini, bisa 100 tahun nanti baru bisa,” ucapnya.

Menurutnya, anggaran APBD untuk normalisasi sungai dan drainase sejak 2009 lalu Rp 18 miliar, 2010 sebesar Rp 48 miliar, 2011 sebasar Rp 23 miliar, dan 2012 ini sebesar Rp 48 miliar. “Ini anggaran dengan drainase ya, kalau program sungai itu seperti pengerukan dan penyiringan,” pungkasnya. (sukarli)

 

 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: