Skip to content

Pemkot Ditantang Adu Tim Apresial

October 15, 2012

Pembebasan Lahan Gudang 5 Untuk RS

BANJARMASIN, MK- Sebagaimana biasa, pebebasan lahan yang dilakukan Pemkot Banjarmasin berjalan alot pada negosiasi penentuan harga. Tidak tetkecuali pembebasan lahan Gudang 5 jalan RK Ilir yang diinginkan Pemkot untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe C. Bahkan dalam hal ini, Pemkot mendapat tantangan adu tim apreasial alias tim penaksir harga tanah dari pemilik lahan.

Gambar

Wakil Walikota Banjarmasin HM Irwan Ansari mengakui, bahwa pembebasan lahan Gudang 5 untuk pembangunan RS masih dalam tahap proses negosiasi harga yang alot, sebab tidak hanya lahan gudang itu saja yang dibebaskan, tapi adapula sebagian lahan warga sekitarnya. “Saya mendapat laporan Tim Pembebasan Lahan, bahwa prosesnya masih alot, tapi diusahakan berhasil tahun ini,” ujar Irwan, kepada wartawan, Senin (15/10).

Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakot Banjarmasin Khairul Saleh mengungkapkan, bahawa pembebasan lahan Gudang 5 RK Ilir untuk lahan pembangunan RS dalam tahap negosiasi harga yang belum kunjung ada kesepakatan. Sebab ada perbedaan jauh antara harga yang diajukan Pemkot dengan keinginan pemilik lahan di sana. “Pemkot mengajukan harga Rp 1,1 juta permeternya, mereka minta Rp 2,4 juta permeternya, perbedaannya jauh sekali,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

 
Menurutnya, Pemkot menentukan harga itu (kalau pun ada kenaikan tidak terlalu jauh) sudah bersandar pada ketentuan yang dianjurkan Tim Apresial independen yang ditunjuk pemerintah. Sedangkan mereka  (pemilik lahan Gudang 5) apa! Mengakunya memang menentukan harga itu sesuai arahan dari tim apresial yang mereka tunjuk secara pribadi.
 
“Kita mendapat arahan dari pak walikota, biar dipertemukan saja antara tim apresial kita (pemerintah,red) dengan tim apresial pribadi pemilik lahan Gudang Lima itu, biar nanti ada perdebatan argumentasi dan data, kenapa nilai sekian begini dan begitu menurut ketentuan mereka masing-masing, biar jelas,” tuturnya.
 
Dipastikannya, tim apresial independen yang ditunjuk Pemkot Banjarmasin tidak akan gentar menghadapi tim apresial tandingan dari pemilik lahan itu. “Kita liat saja nanti, tim apresial kita sudah siap beradu argumen dan data,” ujarnya.
 
Menurut Khairul, lahan Gudang 5 yang hendak dibebaskan Pemkot Banjarmasin untuk membangun RS milik Pemkot ini luasnya sekitar 1,7 hektar berupa bukti kepemilikan HGB yang masih berlaku, sisanya lahan warga sekitar yang ingin dibebaskan Pemkot pula.
 
Dipaparkannya, bahwa Pemkot menyediakan anggaran untuk pembebasan lahan bagi pembangunan RS ini sebesar Rp 31 miliar dari APBD tahun 2012 ini. “Di waktu tersisa ini tahun ini, kita berharap selesai,” ujarnya.
 
Dia menjelaskan, bahwa pembebasan lahan untuk menyediakan pembangunan RS sudah memiliki dasar hukum kuat untuk direalisasikannya. Yakni menyusul adanya kebijakan dari BPN pusat yang terkait ketentuan Undang-undang Nomor 2 tahun 2012 tentang penggunaan tanah untuk kepentingan umum. “Sesuai dengan hasil konsultasi Tapem ke-BPN pusat beberapa waktu lalu, bahwa proses pembebasan yang telah direncanakan tahun ini dapat dilakukan dengan dasar Undang-Undang tersebut,” pungkasnya. (sukarli)
 
 
 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: