Skip to content
Tags

Walikota Minta PLN Jangan Asal Tebang Pohon

October 31, 2012

Sulit Banjarmasin Penuhi Target RTH

BANJARMASIN, MK- Kota Banjarmasin hingga kini hanya mempu memenuhi 16% Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang seharusnya 30% dipenuhi dari total luas wilayah yang ada sesuai undang-undang. Dan ini sulit dipenuhi intinya karena ketersedian lahan.

Gambar

Selain itu, Walikota Banjarmasin H Muhidin menuding, Perda yang dibuat Pemerintah Provinsi Kalsel yang melarang menanam pohon di bawah kabel tiang listrik PLN tidak berpihak pada penghijauan kota.

“Kita berencana meminta Perda yang melarang menanam pohon di bawah kabel listrik itu untuk direvisi, sebab ini menyulitkan program penghijauan yang mau kita lakukan,” ujar Muhidin kepada wartawan, Rabu (31/10) kemarin.

Dikatakannya, penghijauan daerah pinggiran jalan raya saat ini menjadi sulit berkembang karena pertumbuhannya terganggu, hingga sulit menjadi pohon besar yang rindang. Sebab selalu kena pangkas atau tebang jika sudah mendekati kabel listrik, dan ini hampir terjadi di seluruh jalan di kota ini.

“Makanya, dalam waktu dekat ini saya mau menyurati PLN juga, kalau mau mangkas atau nebang pohon karena alasan mengganggu kabel listrik supaya izin dulu dengan Pemkot, jangan seenak tebang-tebang lagi,” tukasnya.

Bahkan dia mengharapkan, PLN bisa memindah tiang listriknya lebih jauh dari jalan, sehingga tidak mengganggu pepohonan yang sudah susah payah untuk dibesarkan Pemkot, demi keasrian kota. “Jika tidak demikian, sampai kapanpun bahkan hingga berganti-ganti walikota, sulit menghijaukan kota ini,” tuturnya.

Sikap walikota yang cukup protes ini, rupanya sangat didukung Pengamat Perkotaan Bahktiar Graddip. Bahkan dia telah menyerukannya sejak lama terkait permasalahan sulitnya mengembangkan penghijauan kota ini salah satunya akibat digerus kabel PLN. “Kalau biasa saya guyonkan, bahwa PLN tidak berperikepohonan,” ujarnya tertawa.

Harusnya memang, kata Bahktiar, PLN bisa memberi dukungan yang kuat bagi kesuksesan penghijauan kota ini dengan mengalah untuk memberikan ruang, misalnya memindahkan tiang listriknya kedaerah lain tidak lagi di pinggiran jalan, atau cara negara lain menggunakan jalur bawah tanah. “Dan ini tentunya lebih aman,” ungkapnya.

Sebab segi manfaatnya, katanya, daerah akan mampu melakukan penghijauan dengan memanan pohon tanpa gangguan dan pemenuhan RTH yang dianjurkan undang-undang harus 30% dari luas wilayah dapat segera terwujud.

Sebab kalau tidak demikian, ujarnya, Pemkot akan sangat kesulitan, karena perlu mengeluarkan dana yang sangat besar dalam menggapai target itu. Karena hitungannya saat ini, jikalau Pemkot ingin menambah 1% saja luas RTH-nya paling tidak harus mengeluarkan anggaran 100 miliar. “Bayangkan saja, sekarang ini baru 16% tercapainya, masih sekitar 14% lagi yang diperlukan,” paparnya.

Dia menerangkan dalam setiap kesempatan, bahwa Pemkot memang harus berjuang untuk bisa menghijaukan kota ini, tidak hanya yang menjadi kewajiban Pemkot saja, namun juga harus menggerakkan masyarakat untuk menghijaukan lingkungannya masing-masing, sehingga Banjarmasin bisa menjadi kota hijau sebagaimana impiannya. “Kalau semuanya mau, pastinya bisa,” pungkasnya. (sukarli)    

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: