Skip to content

Pemkot Akan Ladeni Tim Appresial Warga

November 5, 2012
 BANJARMASIN, MK- Pembebasan lahan eks Gudang Lima di wilayah RK Ilir untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) Pemkot Banjarmasin masih alot. Pemilik lahan atau warga setempat tidak yakin dengan perhitungan harga lahan mereka yang ditetapkan tim appresial (penaksir harga tanah) independen Pemkot Banjarmasin, sebab jauh beda dengan hitungan tim appresial yang mereka sewaan.
Karena demikian, Pemkot Banjarmasin berencana mempertemukan kedua tim appresial itu, agar semuanya ada terbuka dengan terang benderang.  “Kemungkinan dalam minggu-minggu ini juga, tim appresial kedua pihak akan kita pertemukan,” ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakot Banjarmasin, anggota tim pengadaan lahan Pemkot Banjarmasin, Khairul Saleh, kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, dalam pertemuan itu, dimungkinkan akan membahas perbedaan penaksiran harga lahan dilokasi yang nantinya akan dijadikan tempat pembangunan RS Pemkot Banjarmasin itu. “Kalau memang taksiran harga lahan mereka berbeda, tentu akan ada adu argumentasi yang nantinya disampaikan masing-masing tim apresial,” imbuhnya.
Kemudian jelas Khairul, terkait tanggal dan tempat pasti, kapan pertemuan akan dilakukan, pihaknya mengaku belum bisa mengungkapkan hal itu. “Karena kami juga masih menjajaki waktu dan tempat yang bisa disepakati,” ucapnya.  
Dikatakan Khairul, sejauh ini pihak Pemkot tetap menaksir harga lahan di kawasan RK Ilir itu dengan kisaran Rp 1,3 juta permeter persegi. Tetapi bila dalam pertemuan tersebut, pihak pemilik lahan meminta harga lahan yang lebih dari ketentuan, maka bisa saja langkah penitipan uang ganti rugi ke Pengadilan (konsinasi) akan dilakukan. “Tetapi itu sudah jalan terakhir, karena ini untuk kepentingan pembangunan Rumah sakit,” sebutnya.
Sebelumnya, pembebasan lahan untuk pembangunan RS tipe C dilahan eks Gudang Lima Jl RK Ilir Banjarmasin Selatan, berjalan alot pada negosiasi penentuan harga. Bahkan dalam hal ini, Pemkot mendapat tantangan adu tim appreasial dari pemilik lahan.
Dalam tahap negosiasi harga disana ada perbedaan jauh antara harga yang diajukan Pemkot dengan keinginan pemilik lahan. “Pemko mengajukan harga Rp 1,1 juta permeternya, mereka minta Rp 2,4 juta permeternya, perbedaannya jauh sekali,” ungkapnya.
Pemkot mengaku, menentukan harga itu sudah bersandar pada ketentuan yang dianjurkan Tim Appresial independen yang ditunjuk pemerintah. Sedangkan pemilik lahan eks Gudang Lima juga mengaku memang menentukan harga itu sesuai arahan dari tim appresial yang mereka tunjuk secara pribadi.
Lahan Gudang Lima yang hendak dibebaskan Pemkot Banjarmasin untuk membangun RS ini luasnya sekitar 1,7 hektar berupa bukti kepemilikan HGB yang masih berlaku, sisanya lahan warga sekitar yang ingin dibebaskan Pemkot pula. Sementara, Pemkot menyediakan anggaran untuk pembebasan lahan bagi pembangunan RS ini sebesar Rp 31 miliar dari APBD tahun 2012 ini.(sukarli)
 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: