Skip to content

Mesjid Muhammadiyah Kelayan Akan Direhab Megah

November 15, 2012
BANJARMASIN, MK- Mesjid tua milik warga Muhammadiyah di Muara Kelayan B atau lebih dikenalnya Mesjid Muhammadiyah Kelayan di jalan KS Tubun bertepatan pada 1 Muharram 1434 Hijriah, Kamis (15/11) kemarin  resmi mulai dibongkar. Mesjid yang banyak menyimpan sejarah warga Muhammadiyah di Banjarmasin ini akan direhab kembali secara megah.
Rencananya, mesjid yang sudah berumur sekitar 79 tahun (1933-2012) ini akan dibangun dengan konstruksi beton berlantai dua, ditambah hiasan menara setinggi puluhan meter di sampingnya. Diperekirakan, biaya renovasi total mesjid yang pernah menjadi pusat Muktamar Muhammadiyah ke-25 di Banjarmasin ini menghabiskan dana Rp 10 miliar lebih.
“Kita membangunnya secara gontong royong, baik dana dan lain-lainnya. Insya Allah, kita yakin semua bisa terwujud pembangunan mesjid ini sesuai harapan kita bersama warga Muhammadiyah,” ujar Ketua Umum Panitia Pembangunan Mesjid Muhammadiyah Kelayan H Muchyar Aseri kepada wartawan, Kamis kemarin di sela-sela resminya mulai dibongkar mesjid itu.
Menurutnya, mesjid pinggir sungai Kelayan ini perlu direnovasi kembali secara total karena kondisinya yang memang sudah sangat perlu direnovasi. Sebab, dapat disaksikan sendiri, diantaranya lantai mesjid sudah tidak serata dulu lagi karena pondasi yang menopangnya mulai keropos, dan sebagian suai tiang ulinnya patah. “Maklum karena sudah dimakan usia, mesjid kita ini kondisinya memang sudah cukup menghawatirkan,” ucapnya.
Karena kesadaran itu, jamaah mesjid bersepakat untuk bahu membahu/gontong royong merenovasi mesjid ini, niatnya untuk kenyamaan beribadah, memperkokoh syiar islam, dan memberikan kesejahteraan bagi warga Muhammadiyah dan sekitarnya. “Niat suci lain tentunya banyak lagi, termasuk mesjid ini akan ikut menyumbang keindahan Kota,” tuturnya.
Dikatakannya, mesjid ini banyak menyimpan sejarah, karena dia mesjid Muhammadiyah tertua di Banjarmasin, dan mesjid ini banyak menelurkan tokoh Muhammadiyah banua. Bahkan Buya Hamka pernah khutbah di mesjid ini, beritahunya.
Ditambahkan Ketua 1 Panitia Pembangunan Mesjid Muhammadiyah Kelayan Sudarsono, sejarah mesjid ini hanya pernah sekali direnovasi pada 1976 selesai setahun sesudahnya pada 1977 dengan luas bangunan mesjid kurang lebih 15×30 meter persegi, yakni, mesjidnya yang terlihat sekarang ini. “Rencananya renovasi kembali ini dikurangi luasnya, yakni, menjadi 15×25 meter persegi saja, sebab akan dibuat halaman parkir sebagian lahannya,” ungkapnya.
Lalu berapa dana yang terkumpul saat ini? H Ahmad Mansur, Ketua Seksi Dana Pembangunan Mesjid mengatakan, belum seberapanya dari total dana yang diperlukan sebesar Rp 10 miliar lebih. “Dana awal kita ini baru terkumpul Rp 700 juta, Insya Allah akan banyak yang mau beramal membangun rumah Allah SWT ini nantinya,” ucapnya. Dan menambahkan pihaknya tidak menargetkan kapan selesainya. (sukarli)
 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: