Skip to content

Rizeki Balamut Makin Terasa Sepi, Tapi Terus Setia

February 8, 2013
Sayup-sayup terdengar suara terbang mendayu di sebuah rumah sederhana di Gang Mujahid Aman, gang sempit di daerah Alalak Selatan. Seorang pria tua nampak duduk di sopa bututnya sangat ahli memainkan terbang itu. Tidak lain dia adalah sang Maestro Kesenian Lamut, Gusti Jamhar Akbar.
Image
Saat ditanya kabarnya? Kakek 71 tahun itu menjawab santun. “Alahmdulillah sehat, ini lagi santai sambil main lamut agar terus ingat,” ujarnya kepada Media Kalimantan, Jumat (21/12) kemarin.
Menurutnya, biar dia sudah hapal benar bait demi baik syair kesenian lamut, namun tetap harus terus dibiasakan melaintunkannya, karena tidak mustahil bisa lupa, apalagi usianya kini sudah semakin tua. “Maklum umur saya sudah hampir ¾ abad,” akunya.
Sebagai seniman yang pernah peraih penghargaan dari Presedin RI H Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009 silam, yakni, sebagai salah satu dari 11 seniman di nusantara yang dianggap maestro pelestari kesenian tradisi, dirinya merasa mempunyai tanggungjawab besar untuk melindungi kesenian warisan asli banua ini hingga akhir hayatnya “Kalau tidak begini siapa lagi. Sebab penggiat kesenian ini sudah mulai langka, bahkan hampir tidak ada regenerasi lagi,” ucapnya.
Dia mengaku ihklas menggeluti kesenian yang termasuk sastra bertutur ini, walaupun sejatinya sekarang ini sudah kurang diminati masyarakat lagi, bahkan di sisi lain, pemerintah daerah pun patut dikeluhkan karena sudah sangat kurang memberikan   perhatian. terhadap seni ini. “Sekarang ini sudah sangat jarang undangan masyarakat minta balamut, termasuk program pemerintah dalam pelestarian seni budaya tidak pernah lagi juga,” akunya.
Dia mengaku pernah mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian kebudayaan RI pasca mendapat penghargaan sebagai maestro tadi, setiap per 6 bulannya. Namun setahun belakangan ini tidak pernah ada lagi dan tidak ada kabarnya juga lagi kenapa. “Tapi ya sudah, kita tetap bersyukur karena sempat menikmati perhatian pemerintah pusat itu,” ujarnya.
Selama setengah abad lebih menggeluti seni lamut ini (sejak umur 12 tahun), tubuh yang mulai renta ini dirasanya memang mulai menghambat aktivitas sebagai pekerja seni. Sehingga dirinya sering istirahat menghabiskan waktu berada di rumah saja lagi, bahkan sempat jatuh sakit. “Ini baru saja sembuh, sakit maag,” katanya.
Meski demikain, ucap Jamhar, dirinya masih tetap bisa meluluskan hajat orang yang ingin balamut. “Ya, ada 2 atau 3 kali saya main lamut di minta orang tidak lama tadi ini,” ungkapnya.
Sementara tidak ada pekerjaan tampil, kata Jamhar, dirinya lebih banyak di rumah dan berusaha terus mendekatkan diri dengan sang Ilahi, maklum merasa sudah memasuki umur masa senja. “Saya hanya berharap kepada Allah SWT, segala yang saya perbuat selama ini ada gunanya bagi orang banyak. Dan meminta selalu diberikan jalan terbaik, mati dalam keadaan khusnul khatimah,” pungkasnya. (sukarli)
 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: