Skip to content

Jembatan Barito “Ikon Kebanggaan Masyarakat Banua” (Bagian: 4 Habis)

March 5, 2013
Terus Menarik Minat Pengunjung Hingga Kini
Jembatan Barito di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) hingga sekarang terus menunjukan kewibawaannya sebagai ikon dan kebanggaan masyarakat banua.  Diresmikan pada 24 April 1997 silam oleh Presiden Soeharto, jembatan nan megah di pulau borneo ini terus menarik minat pengunjung.
Image
 
Di setiap akhir pekan, dari pagi hingga sore pada hari Minggu itu, Jembatan Barito hampir tidak pernah sepi, ramai pengunjung mengabadikan diri dengan berfoto-foto, sekedar santai merasakan deburan angin sambil melihat pemandangan tongkang batu bara lalulalang di bawah jembatan sepanjang 1.082 meter itu.
Jembatan Barito memang tidak pernah lekang dimakan waktu, keistimewaannya tetap terpancar sepanjang 16 tahun ini berdirinya. Meski dibagian lain wibawanya sebagai jembatan layang ternama di pulau borneo kini mulai memudar. Tak lagi bercaha di malam hari dan hampir tak memiliki taman idaman lagi.
Belakangan ini kondisi jembatan Barito memang kurang menunjukkan kegagahan dan keindahannya lagi pada malam hari sebagaimana sebelumnya yang menunjukkan ikon kebanggaan masyarakat banua. Aneh, Jembatan Barito belakangan ini dibiarkan gelap gulita, tanpa ada cahaya lampu satupun, padahal dulu tidak begitu, karena ini bangunan termegah kebanggan orang banua.
“Lama sudah jembatan Barito ini dibiarkan gelap, lampunya hampir semua mati,” ujar Fajar salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari jembatan Barito.
Diakui Kepala Satuan Kerja Nonvertikal Tertentu Pelaksaanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Pemprov Kalsel, yakni, bagian menangani pemeliharaan Jembatan Barito, Ir Muta’al Badrun, bahwa jembatan Barito kala ini memang kurang cahaya pada malam hari. “Itu karena ada sebagian kabel listriknya hilang, kemungkinan di curi,” tudingnya.
Selain itu, katanya, program pencahayaan Jembatan Barito ini juga cukup sulit dilakukan kembali lantaran tanggungjawab pembayaran tagihan listriknya, terkecuali pihak pemerintah daerah mau menanggungnya. “Sebab kita sulit juga memintakannya terus kepusat, harusnya memang sudah tanggungjawab pemda,” tuturnya.
Mengenai taman yang kondisinya terbilang sudah rusak dan bangunannya banyak yang raib, Muta’al enggan berkomentar, karena dia mengaku orang baru di sini. “Ya itulah sulitnya di daerah kita ini, rasa ada tanggungjawab menjaga bersama itu sangat kurang,” tuturnya.
Menurutnya, bahwa pemeliharaan jembatan Barito dianggarkan tahun ini sebesar Rp 8,9 miliar. “Pemeliharaan meliputi pengencangan baut, pengecatan, menambal keretakan lantai beton, pergantian elestominic beating dan lain sebagainya,” sebutnya.
Dia mengharapkan, untuk ketertiban lalulintas di jembatan Barito, pihak berwajib menertibkan pedagang dan parkir pengunjung di atas jembatan itu. “Ya, kita jaga sama-sama lah jembatan kita itu, karena menyangkut hajat orang banyak,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, jembatan Barito merupakan mega proyek kala 1997 silam, bahkan memegang rekor Muri selama 9 tahun sebagai jembatan layang terpanjang di Indonesia. Dibangun sejak 1993 secara bertahap dari dana APBN dan bantuan pemerintah Australia. (sukarli) Habis…
 
 
  

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: