Skip to content

Jembatan Barito “Ikon Kebanggaan Masyarakat Banua” (Bagian 2)

March 5, 2013

Sempat Tercatat Menjadi Jembatan Terpanjang

Jembatan Barito di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) hingga kini terus gagah berdiri menyeberangi sungai Barito sebagai ikon dan kebanggaan masyarakat banua. Jembatan yang diresmikan pada 24 April 1997 di era Presiden Soeharto ini pernah tercatat dalam rekor Muri menjadi jembatan layang terpanjang di Indonesia.

Sudah 16 tahun jembatan Barito ini ada dari tahun 1997-2013, sepanjang waktu itu  terus memberikan manfaat besar bagi kelangsungan umat masyarakat,
terutama masyarakat yang tiggal di dua propinsi Kalsel dan Kalteng. Sebab dulunya hanya bisa lewat trasportasi sungai yang membutuhkan waktu cukup lama. Dia, jembatan
Barito hingga kini masih menjadi primadona trasportasi darat tras Kalimantan, jalur poros Anjir Kalsel.

Dalam Data Kementerian PU, Jembatan Barito yang memiliki bentang sepanjang 1.082 meter, sempat menjadi jembatan layang terpanjang di Indonesia selama sekitar 9 tahun, sebelum kemudian dibangun Jembatan Pasopati, Bandung, yang memiliki panjang 2.147 meter dan diresmikan pada tahun 2005.

Panjang jembatan Barito juga dipatahkan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah atau lebih dikenal Jembatan Siak
sepanjang 1.117 meter di kepulauan Riua, jembatan ini diresmikan 11 Agustus
2007. Namun yang tidak dikalahkan panjangnya lagi jembatan Suramadu yang dibangun untuk  menghubungkan pulau Jawa dan Madura, yakni, sepanjang 5.483 meter, diresmikan pada 10 Juni 2009 silam.

Meski sudah kalah panjang dari berbagai jembatan itu, jembatan Barito masih memiliki rekor lain, yaitu, masuk jembatan gantung sistem kabel ganda yang hanya ada 3 buah di dunia, satu di Australia, satu lagi di tanah Papua. Demikian Kata Nurul Fajar Desira Ces.

Sebagai jembatan yang megah dan menjadi kebanggan negeri ini, pemeliharaannya juga dilakukan cukup ekstra. Dan Satuan Kerja Nonvertikal Tertentu Pelaksaanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Pemprov Kalsel, yakni, yang menangani pemeliharaan Jembatan Barito.

Menurut Kepala satuan itu, Ir Muta’al Badrun, bahwa pemeliharaan jembatan Barito dianggarkan miliaran setiap tahunnya oleh kementerian PU, sebagaimana pada tahun 2012 lalu sebesar Rp 4,7 miliar, tahun ini sebesar Rp 8,9 miliar. “Pemeliharaan meliputi pengencangan baut, pengecatan, menambal keretakan lantai beton, pergantian elestominic beating dan lain sebagainya,” katanya.

Hal ini terus dilakukan, paparnya, karena ingin terus memastikan jembatan Barito selalu aman sebagai fasilitas yang sangat dihajatkan orang banyak.

Tapi dia cukup mengeluhkan dengan banyaknya tangan jahil yang tak bertanggungjawab, seperti corat coret dinding jembatan juga tower, yang lebih membahayakan lagi sampai ada yang curi baut. “Sekarang syukurnya sudah mulai kurang, kalau dulu cukup banyak baut jembatan Barito yang hilang,” ungkapnya. Bersambung. (sukarli)

Image

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: