Skip to content

Jembatan Barito “Ikon Kebanggaan Masyarakat Banua” (Bagian: 3)

March 5, 2013

 

Guru Sakumpul Doakan Jembatan Ini
Jembatan Barito di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) hingga sekarang terus memperlihatkan kemegahannya sebagai ikon dan kebanggaan masyarakat banua.  Diresmikan pada 24 April 1997 silam oleh Presiden Soeharto, pada saat itu pula hadir ulama karismatik Martapura, Al-Allamah Alm KH M Zaini Ghani atau Guru Sakumpul.
Menurut cerita wartawan senior banua, Almin Hatta, guru Sakumpul pada saat peresmian jembatan Barito yang panjangnya 1.082 meter tersebut, bertindak sebagai pembaca doa.
“Beliau (Guru Sakumpul, red) pendek saja doanya. Moga jembatan ini bisa bermanfaat bagi umat.. Habis begitu saja doanya,,” ucap Pemred Media Kalimantan itu berbagi cerita saat ikut meliput peresmian jembatan Barito.
Dibenarkan pula wartawan senior banua satunya, Hasan Zainuddin (Hasan Antara), bahwa guru Sakumpul betul berhadir pada peresmian jembatan Barito kala itu.
 “Saya masih ingat betul saat habis peresmian kala itu, Presiden Soeharto sudah  menuju helikopternya, saat mau naik, beliau diberi tahu bahwa ada Guru Sakumpul, kontan dia tak jadi naik dan kembali untuk menghampiri Guru Sakumpul, menyalamani dan memeluknya, sesaat berbincang dengan Guru Sakumpul, baru dia  kembali kehelikopternya. Padahal saat itu Guru Sakumpul cuma diam,
Tapi karismatiknya memang luar biasa, sampai Presiden Soeharto benar-benar hormat,” ucap Hasan.
Diceritakan pula mantan Asisten Pimpro bidang Oprasi Lapangan Pembangunan Jembatan Barito, Ir H Nurul Fajar Desira Ces, bahwa pada saat peresmian Jembatan Barito itu ribuan masyarakat tumpah ruah di atas jembatan hadir menyaksikan. Turut hadir pula para Menteri Orde Baru. “Acara peresmiannya sangat meriah, hampir seluruh pejabat di Kalsel kala itu juga hadir,” tuturnya.
Sehari setelah diresmikan, kata Fajar, jembatan Barito dijamah tangan tak bertanggungjawab, yakni, salah satu baut jembatan diposisi pital dicuri. “Untuk cepat diketahui dan diganti. Ada anggapan dikalangannya kala itu, kemungkinan baut yang dicuri itu bertuah, karena bisa mendatangkan Presiden Soeharto,” ungkapnya tertawa.
Kejadian lainnya selain itu, kata Fajar, Jembatan Barito mulai memakan korban sehari setelah diresmikannya itu, yakni, salah seorang pengendara motor tewas kecelakaan di atas jembatan.
“Ini juga cukup menganehkan, padahal tau saja saat membangun jembatan ini selama kurang lebih 5 tahun lamanya, satupun pekerja yang jumlahnya sekitar 700 orang, tidak ada yang tewas dalam kecelakaan kerja,” paparnya.
Menurut Fajar, Jembatan Barito dirancang  sebagai jembatan gantung, setinggi 15 meter dari permukaan air. Ada empat tiang tower setinggi 33 meter sebagai penyangga kabel bajanya, dan rangka baja bawah, kedalam pondasi tiang tower masing-masing sekitar 60 meter kedalam perut bumi. Masing-masing antara tiang berjarak 240 meter.
“Jembatan ini dirancang tahan badai, bahkan masih aman jika sampai berayun hingga satu meter kesamping,” tuturnya. 
 Dia mengungkapkan, kalau kabel baja jembatan Barito itu dipesan dari Kanada, sedangkan rangka bajanya dari Australi, untuk bagian kontruksi tower dan konstruksi beton dan sebagainya dibuat langsung di negara kita. “Jembatan ini dijamin kekuatannya 100 tahun,” pungkasnya. Bersambung (sukarli)
 

 

 

Image

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: