Skip to content

Siswa SD ‘Bawang’ Minta Perhatian Pemerintah

April 7, 2013

Minta Kejelasan Status dan Dapat memberikan Lanjutan Paket C

BANJARMASIN, MK- Sebuah Sekolah Dasar (SD) sederhana untuk anak-anak pasar atau anak-anak terlantar yang hampir putus sekolah berdiri di tengah Pasar Harum Manis. Sekolah ‘Bawang’ namanya, mungkin karena bertepatan dengan pasar bawang letaknya hingga dinamakannya seperti itu. Tak main-main, sekolah ini sudah puluhan tahun eksis membantu negara memberantas buta aksara bagi generasi bangsa.

Image

Namun selama berdirinya itu, hanya secuil perhatian pemerintah yang baru didapatkan sekolah bagi anak-anak terlantar itu. Bahkan untuk meminta kejelasan status sekolah itu saja, hingga kini tak ada kelanjutan. Akhirnya, dari tahun ketahun, sekolah itu hampir tak pernah ada perubahan, masih berfasilitas dua ruangan kios pasar untuk tempat belajar dan juga ruangan guru, itupun pinjaman dari Dinas Pasar.

Menurut Kepala Sekolah SD ‘Bawang’ M Zaini SPDi, kondisi inilah yang membuat SD ‘Bawang’ tidak mendapatkan bantuan seperti sekolah SD lainnya. Padahal keberadaan SD ini masih sangat diperlukan karena membantu anak-anak pasar yang ingin bersekolah dan menghapus buta huruf. “Kami berharap diberikannya kejelasan status SD ‘Bawang’ ini, sebab jika statusnya jelas ke depannya akan memudahkan dalam menjalankan kegiatan sekolah terutama dalam hak penggunaan sekolah tersebut,” ujarnya kepada wartawan.  

Kejelasan status SD ‘Bawang’ juga akan mempermudah pihaknya mendapatkan bantuan peningkatan sarana dan prasarana sekolah, seperti kemudahan mendapatkan bantuan DAK ataupun bantuan peningkatan mutu sekolah seperti sekolah SD lainnya. “Karenanya harapan kami jika misalnya statusnya jelas maka kami pun mungkin lebih diperhatikan terutama terhadap sarana dan prasarana sekolah kami yang saat sangat terbatas,” tuturnya.   

Sejauh ini, aku Zaini, yang dimanfaatkan sekolah bawang ini adalah dua bilik yang dimanfaatkan tersebut sangat terbatas dan itupun harus berbagi dengan ruang guru. Ruangnya memang sangat sempit, padahal siswa peminat sekolah ini terus bertambah tiap tahunnya.

Selain itu, papar Zaini, ada puluhan anak pasar yang masih ingin bersekolah hingga tamat setingkat SMA, namun apa daya pengelola SD ’Bawang’ hanya menyiapkan pembelajaran paket belajar hingga tingkat paket A dan paket B atau setingkat lulusan SD dan SMP. “Memang ini sudah kami usahakan agar sekolah bawang bisa meluluskan siswanya hingga SMA, namun keinginan tersebut masih perlu diperjuangkan karena berbagai kendala, diantarany SDM guru yang hanya honor sukarela dan ruangan kelas,” tuturnya.

Sebab sejauh ini, katanya, untuk menjalankan SD ‘Bawang’ ini, pihaknya hanya mendapatkan biaya transport untuk guru dan siswanya. “Ini untuk memotivasi mereka agar mau belajar dan datang ke sekolah, makanya bantuan transport diberikan, kalau gaji bagi guru sudah sukarela saja karena kami hanya ingin membantu anak-anak ini untuk mendapatkan  pendidikan,” pungkasnya. (sukarli)

 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: