Skip to content

Polis Sungai Jingah Pemukiman Tertata Pinggir Sungai

August 14, 2013

BANJARMASIN, MK- Daerah pemukiman penduduk di pesisir Sungai Martapura di Sungai Jingah tepatnya di RT 14 Banjarmasin Utara akan dipolis menjadi pemukiman percontohan kampung pinggir yang tertata dan bernilai keindahan. Camat Banjarmasin Utara Siti Hapsyah menyatakan programnya sudah di mulai.

“Kita sudah mulai melaksanakan program kampung Sungai Jingah RT 14 jadi percontohan Kampung Pinggir Sungai, tahap awal sudah diberikan bantuan pot bunga dan bunganya pada masing-masing rumah,” ujar Hapsyah kepada wartawan, Senin (12/8) kemarin.

Bantuan pot dan bunga itu, tutur Hapsyah, dihimpun dari para pegawai kecamatan dan kelurahan yang perduli lingkungan dan ikhlas menyumbang demi kesuksesan kampung itu jadi percontohan kampung pinggir sungai yang tertata.

“Ada sebanyak 150 an pot bunga dan bunganya diberikan kepada masing-masing rumah di sana,” ungkapnya.

Menurut Hapsyah, selain bantuan itu, rumah-rumah  yang berdekatan dengan museum Wasaka atau di samping jembatan Banua Anyar itu akan diminta bermuka dua, yakni, kearah sungai dan kedarat. “Situkan jalan kerumah-rumah berjembatan, diminta berteras dua, dan sekarang sudah mulai warga demikian,” ucapnya.

Pihak kecamatan, kata Hapsyah, telah mengusulkan ada anggaran untuk dialokasikan program lingkungan untuk kampung percontohan pinggir sungai ini pada APBD-P, yakni, untuk menatanya dari kesan selama ini kekumuhan. “Nanti kita cat juga rumah-rumah di sana berwarna warni, biar bagus krlihatannya,” ucap Hapsyah.

Dinyatakan Hapsyah, program menjadikan pemukiman Sungai Jingah RT 14 ini sudah pihaknya sampaikan kepada Pemkot, yakni, pada bagian Bappeda Kota, dan respon atasannya sangat fositif. “Ada kita sampaikan rencana itu kepada pak Fajar Desira (Kepala Bappeda Kota Banjarmasin, red) sekalian beliau melihatnta, dan ini  sudah diketahui juga pak walikota, semuanya menilai fositif,” akunya.

Daerah Sungai Jingah RT 14 dipilih, ujarnya, karena pemukimannya yang tidak terlalu banyak, dan dirasa akan lebih mudah menatanya. “Kalau sukses, akan ditularkan kepemukiman lainnya yang sama-sama berada di pinggir sungai. Karena rumah di pinggir sungai sudah jadi bagian distinasi kebudayaan masyarakat kita yang hidup ratusan tahun sudah di sana,” pungkasnya
. (sukarli)

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: