Skip to content

Sudah Tiga Tahun Jembatan Dibiarkan Runtuh

March 27, 2014

BANJARMASIN, MK- Sebuah jembatan di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Materaman, telah runtuh. Ironesnya jembatan yang menghubungkan jalan beberapa desa itu sudah lama runtuh, bahkan perkiraan hampir tiga tahun, bahkan lagi sudah pernah memakan korban jiwa.
Menurut cerita warga sekitar, jembatan itu runtuh sejak tahun 2011 silam, jembatannya berkonstruksi kayu ulin, dan pernah ada pengendara sepeda motor yang kemungkinan tak tahu dan terjatuh hingga tewas. Maklum, lubang sungai berkedalaman sekitar 8 meter.


Menurut Misjo warga Desa Ulin yang rumahnya tidak jauh dari jembatan runtuh itu, tidak sekali saja kejadian kecelakaan dan hampir celaka si pengendara di jalan yang ada jembatan yang putus itu. Untuk menghindari terjadinya korban jiwa lagi, warga memberi portal dari batang dan ranting kayu seadanya.
“Saat malam kan lagi gelap jalan di sana, kawatirnya pengendara yang baru sekali pernah jalan kesini, tak tahu ada jembatan putus itu, kasian kan apabila sampai celaka,” ujarnya kepada wartawan.
Untuk melintasi jembatan putus itu, kata Misjo, ada jalan alternatif tak beraspal, pengendara harus berputar melewati jalan berbatu dan berlubang diperkebunan karet. “Itu jalan dan jembatan alternatif yang dibangun perusahaan karet (PTPN) yang ada di sini,” ucapnya.
Misjo mengungkapkan, sudah hampir tiga tahun ini jalan alternatif itu menjadi kelewatan pengendara, entah mengapa jembatan yang sudah lama runtuh itu tak juga kunjung dibangun. “Padahal jalan ini menghubungkan beberapa desa diantaranya desa Salam, Desa Amai-Amai, Desa Pasar Panas hingga menembus Binuang,” katanya.
Misjo menceritakan, jembatan itu runtuh kemungkinan karena memang sudah terlalu tua, karena dengan sendirinya runtuh kala itu. “Kala sesudah kejadian runtuh itu kita liat ada yang orang berpakaian dinas yang foto-foto dan mengukur, tapi tak kunjung dibangun juga. Desa kita juga pernah buat proposal untuk dibangunkan kembali jembatan itu, tapi tak ada kejelasan pula hingga kini,” ujarnya.
Ketiadaan tidak dibangunnya juga lagi jembatan itu hingga bertahun-tahun lamanya dikeluhkan juga Hamli, pedagang sayuran yang setiap harinya melewati jalan itu mengaku kesulitan melewati jalan alternatif itu setiap harinya, apalagi saat jalan itu sedang basah. ‘Jalannya sangat berlubang, saat hujan jadi licin. Harusnya pemerintah cepat memperbaiki fasilitas umum jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan orang banyak ini,” pungkasnya.

 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: